Saatnya Peduli Bona Pasogit_Mau nunggu ampe kapan...????
dengan maksud Menjalin Solidaritas Alumnus2 yang berasal dari Bona Pasogit,
yang tujuan akhirnya ialah mendirikan aliansi Peduli Bona Pasogit (kab.Toba Samosir)
Prioritas utamanya adalah Pengembangan dan Peningkatkan Pendidikan di Bona Pasogit
dengan harapan akan adanya kerjasama antara aliansi Peduli TobasA yg ada di Parjalangan/di Bona Pasogit dan Tentunya dengan pemKab TobaSa.
ex:
Penyuluhan oleh Mahsiswa/i Bandung ke sekolah2 di daerah setiap acara Mudik.
Penyambutan mahasiswa/i baru asal TobaSa yang datang ke Bandung.
_akan di pikirkan mana yang terbaik,sesuai saran dari mereka2 yang benar benar peduli.
NB:
adapun tujuan dari ini semua terlepas dari Politik dan jangan di Politisi maupun Lahan Bisnis atau sejenisnya.
ini adalah ide ide dari kami mahasiswa sendiri tidak di motori oleh orang di Balik Layar.
_kepanitiaaan belum di bentuk,kami menunggu persetujuan anda.
latar belakang/acuan ide ini:
1) jika ditarik grafik dari tahun 2008 s/d 2010,
jumlah pelajar asal TobaSa yang sukses menduduki perguruan tinggi negri semakin menurun,
terutama PTN favorit yang ada di Jawa,
sementara setiap tahun selalu ada perubahan pola Ujian dan juga peraturan,
_kami bermaksud mengadakan penyuluhan ke sekolah sekolah setidaknya setiap libur semester.
2) semakin meningkatnya pelajar yang putus sekolah akibat dari pergaulan bebas,
banyaknya siswa/i umur belasan tahun di daerah menikah akibat sex di luar nikah.
-kami bermaksud mengadakan kerjasama dengan pemkab seputar pengembngan PIK/KRR
(Kesehatan Reproduksi Remaja)
3)Seputar Kerohanian
di Tobasa Dulu diadakan Kebaktian Siswa Kristen(KSK)
(di adfakan di Pardede pasir,Tambunan,Sitolu ama,Laguboti)
dan belakangan ini telah merosot siswa/siswi yang menghadiri nya,
dan banyak sekertariat yang telah bergabung,mis dibalige tadinya ada 3 sekretariat yakni pelabuhan,
pardede onan,onan raja
katanya...(adik2 sma disana )pelabuhan itu telah gabung ke pardede onan.
dan untuk daerah yang lain kami belum tahu pasti bagaimana nasibnya.
ada apa ini kami tidak tahu pasti
yang jadi pertanyaan....
apakah nanti setelah kita di injak tidak bisa lagi gereja baru kite ingin mengenal Tuhan...??? haruskah setelah kita mahasiswa baru kita aktif pelayanan...??? atau itu KTB,PMK,PA dll.
sementara lebih dini dibekali oleh mentalitas yang baik,lebih besar hasilnya di kemudian hari....
=>untuk data yang lebih akurat anda dapat melihat koran2 yg lewat seputar pegunguman hasil snmptn,
dan tentunya menanyakan langsung kepada pelajar yang ada di Bona Pasogit bagaiman perkembangan Tobasa saat ini.
so....
Bagaimana pendapat teman teman ataupun Senioran dan juga Natua tua kami yang telah lebih dahulu mangaranto,
tolong berikan saran n komentar bagaimana baiknya,demi perkembangan Bona Pasogit sendiri.
_tolong di share ya...^_^
Generasi Peduli Toba
Dalam kesempatan ini, saya mencoba memperkenalkan batak culture meski hanya lewat susunan kalimat dan posting photo, terlebih mengajak untuk melestarikan budaya , adat dan ratusan keajaiban alam yang di jadikan wisata.
Dalam pesannya: - Lestarikan Budaya Batak - Rindukan tanah kelahiran batak - Danau Toba, Bukan Tempat Sampah - Cukup Nikmati Indahnya Panorama Alam kita - Menjadi Generasi yang Peduli Toba, kalau bukan kita, siapa lagi !



Lanjutkan terus upaya penyelamatan danau toba,
"KALAU BUKAN KITA SIAPA LAGI, KALAU BUKAN SEKARANG KAPAN LAGI ?"

Mardalan Sasada di Tano Parserahan
Ahu si Raja Sonang

Katakan saja pada hati nurani mu, ahu siraja sonang, dengan mendengar alunan melodi kecapi dan seruling, dengan malam senja yang kau hiasi dengan pribadi yang tersenyum. Hempaskan dunia dengan suara keras mu, ingatkan dirimu tentang perjalanan yang masih pandang di depan matamu. Bahwa aku adalah seorang yang optimis menjadi orang yang berpengaruh sejagat raya.
Ahu si Raja sonang, yang tidak kenal duka, namun tetap memberi kasih ‘holong’ yang tak ternilai kepada sesama. Saling memberi dan lebih memberi. Di kala mengingat yang menderita, katakan saja ahu si raja sonang yang tidak dipengaruhi oleh paradigma negatifmu yang hanya mengeluh tentang ketidakadilan dunia.
Gelap adalah milikmu, terang adalah sukacita mu. Yang semuanya itu membuat kita bahagia. Di kala kamu mengeluh, apa itu tentang history cintamu, tentang studimu, tentang kehidupan lamamu, maka sekarang untuk mengarahkannya kepada sudut pandang yang positif. Bahwa dunia yang sangat kecil ini, gampang untuk melemparkannya kepada tempat sampah. Karena itu, kerahkan dunia untuk tidak takut kepadanya.
Pernahkah kamu melihat betapa kecilnya dunia jika nampak dari kejauhan ? misal kamu melihat bumi dari pesawat penerbangan?
Sangat kecil bukan, bahkan bisa kamu genggam, dengan tangan pribadi kita sendiri. Kita menggenggamnya untuk kita arahkan sendiri, bahwa kontrol kendali bumi itu ada pada tangan kita masing”. Dari sana saya dapat berasumsi, bahwa bumi itu ada dalam genggaman tangan kita sendiri. Maka dari itu pesannya adalah, jangan takut kepada dunia, jangan merasa sempit dengan sejumlah hukum dunia yang di buat oleh manusia yang hanya secuil sesaat saja. Katakan saja Ahu si Raja Sonang.
Gereja HKBP Paronan Nagodang - Laguboti
Masyarakat Toba Samosir mayoritas menganut agama Kristen. Dan memang kenyataannya bahwa masyarakat itu tekun beribadah dan memiliki cerita yang original tentang yang yang diyakininya. Kehidupan yang religius masyarakat Toba Samosir sudah mendarah daging kepada setiap keturunannya. Umumnya adalah HKBP ( Huria Kristen Batak Protestan ) dimana gereja tersebut di dapatkan hampir di setiap tempat dan bahkan di pelosok desa yang ada di kabupaten Toba Samosir.
Berikut adalah sebuah gereja Tradisional HKBP, yang merupakan gereja tua yang di bangun dengan model dan arsitek lama. Gereja tersebut adalah Gereja HKBP Paronan Nagodang yang di jema’ati oleh Desa Ompu Raja Hutapea Timur dan Desa Pardinggaran yang ada di Kecamatan Laguboti, Toba Samosir.
Gereja HKBP Paronan Nagodang - Laguboti
Sampai saat ini, gereja tersebut masih berdiri kokoh dengan megahnya, tempat partungkoan bagi masyarakat setempat dan naposobulung huria Paronan Nagodang. Tanpa sebut nama, bahwa Gereja tersebut meluncurkan naposo bulung yang berpendidikan dan religius yang sudah beredar di seluruh penjuru nusantara Indonesia sebagai generasi penerus bangsa. Akhir kalimat : semoga tetap berkembang dan terus maju.
Saluhut angka na tapangido, sai tibu ma dipasaut Tuhan.



