Welcome to http://jadimanhutapea.blogspot.com

Laman

Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan

Panatapan Huta Ginjang - Muara

Menjadi Salah satu daerah kunjungan wisata di sumatera utara, Danau toba, Tapanuli Utara, Muara- Hutaginjang. Penduduk setempat menyebut nama ini adalah Panatapan Huta Ginjang,  Panatapan artinya memandang, jadi para pengunjung akan memandang alam danau toba dari tempat ini. Panorama Alam hutaginjang tersebut terletak di Kecamatan muara, Kabupaten Tapanuli Utara dengan ketinggian 1.550 dpl. 
Tempat ini menjadi kunjungan yang ramai pada hari libur oleh wisatawan local maupun non local. Disana tersedia juga tempat /pondok untuk bersantai bersama sambil memandang pada langit biru, danau toba, dengan disekeliling perbukitan yang hijau.
Memandang dari tempat ini yang nampak bukan hanya danau saja, namun nampak juga petakan sawah para petani dan kaki-kaki bukit yang nampak berdiri tegak dari waktu-kewaktu. Sebagai souvenir anda bias mendapatkan souvenir seperti kaos, ukiran, dan berbagai seni lainnya yang tentunya dengan tulisan Panorama Alam HutaGinjang.


 Radio Anugerah - Muara
 Bandra Udara Silangit

Tao Lumban Binanga - Laguboti

Panorama alam sekitar pesisir Danau Toba, tepatnya di Desa Lumban Binanga Laguboti , Toba Samosir, Sumatera Utara. Tempat yang menjadi salah satu tujuan kunjungan wisata di daerah kecamatan laguboti itu, sudah mulai banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal. Hal itu terlihat dengan ramainya pengunjung pada saat minggu sore di lokasi tersebut. Disana juga sudah terdapat fasilitas penginapan / hotel maupun café untuk melengkapkan kunjungan wisata kita.

Selain kawasan pesisir danau yang langsung bergandengan dengan pasir yang kelihatan putih, tampaknya mendukung situasi untuk tidak melepaskan kesempatan untuk berenang di tempat tersebut. Harapannya semoga daerah pesisir danau toba di Lumban Binanga tetap mendapat perhatian penuh dari pihak masyarakat setempat maupun pemerintah untuk tetap lestari.


Panorama Alam Tao Lumban Binanga

Air Terjun Sampuran - Balige

Air terjun adalah formasi geologi dari arus air yang mengalir melalui suatu formasi bebatuan yang mengalami erosi dan jatuh ke bawah dari ketinggian. Sama halnya dengan Air Terjun Sampuran yang berada di kawasan Desa Hutanamora, Kecamatan Balige Kabupaten Toba Samosir.

Kondisi alam di sekitar air terjun yang sepertinya belum banyak terjamah manusia memberikan kenikmatan tersendiri bagi pengunjungnya. Hutan yang masih rimbun dan lebat menjaga ketersediaan sumber air terjun ini. Airnya yang sangat dingin dan segar dengan kualitas yang masih sangat bersih dan jauh dari pencemaran lingkungan sangat menyejukkan ketika dinikmati.

Daerah ini menjadi salah satu tujuan wisata alam yang bias kita kunjungi selama 2 jam perjalanan dari kota balige sampai menuju tempat wisata. Air terjun sampuran dapat ditempuh dengan berjalan kaki selama satu jam. Untuk para wisatawan pencinta alam, tantangan ini akan memberikan kepuasan tersendiri untuk menaklukkan medan menuju air terjun ini. Dengan menempuh sawah, batu batuan, rumput lalang ditengah hutan.

Air terjun Sampuran tampak dari kejauhan



Museum Batak Balige

Mengujungi Bona Pasogit, tentang hidup dan kehidupannya tidak lepas dari aktifitas kekayaan budaya batak sebagai landasan hidup moral yang berkelanjutan. Dengan segala kekayaan culture, aksesoris, tools dan perangkat pendukungnya. Demikian dengan segala kekayaan turunan seperti ulos, pakaian adat, gorga batak, patung sigale gale, losung, miniature sopo dan rumah batak dan keragaman peninggalan perangkat lainnya.

Kesemuanya tentang hal itu dijadikan sebagai koleksi artefak yang indah dan terklarifikasi tentang fungsi dan tujuan semua tools budaya batak. Dapat kita lihat dan temukan langsung di Museum Batak Nasional di Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara.

Lokasi Museum Batak yang terletak di Komplek TB Silalahi Center di Desa Soposurung Balige ini menyimpan dan mempamerkan enam suku peninggalan sejarah seperti Batak Toba, Batak Mandailing, Batak Pakpak, Batak Angkola, Batak Simalungun, dan Batak Karo.

Eksterior Museum Batak Balige



Gedung yang diresmikan 18 Januati 2011 itu, dikonsep tradisional dengan ukuran gorga batak dengan modernisasi interior futuristic untuk mengimbangi kesan kuno namun tampil megah dengan modern design.

Harapannya adalah dengan adanya Museum Batak tersebut memberi citra yang baik pagi pribadi secara personal tentang kekayaan akal budi dan seni sekaligus menjadi terobosan untuk kita melestarikan kekayaan budaya dan sejarah suku batak. Bukan hanya sekedar pajangan, namun mendapat pesan dari setiap peninggalan citra seni batak.


BATU HOBON - PUSUK BUHIT

Menurut cerita dan narasumber batu hobon adalah sebuah ruang batu yang sengaja di buat untuk menyimpan barang barang Tuan Sariburaja. Batu Hobon yang sampai sekrang masih dipercayai tempat penyimpananbarang pustaka Suku Batak. Tuan Saribu Raja anak kedua Guru Tatea Bulan adalah pewaris harta karena Raja Uti sebagai anak sulung adalah penghubung manusia dengan Mulajadi Nabolon, sudah menerjunkan diri pada bidang spiritual. Dengan demikian harta si Raja Batak diwariskan kepada Guru Tatea Bulan dan selanjutnya diwarisi Tuan Sariburaja.

Inilah Barang Pusaka Batak yang terdiri dari :

  1. Seperangkat Musik Tradisional (Ogung sabangunan dan musik tradisional lainnya).
  2. Hujur Somba Baho (tombak)
  3. Piso Solam Debata (pedang)
  4. Pagar (Satu guci berisi obat-obatan)
  5. Tawar (bahan penyembuh penyakit)
  6. Pungga Haomasan ( Batu gosokan dari emas)






Untuk membuktikan kebenaran cerita rakyat tersebut tentang Batu Hobon tersebut, telah dicoba membuka batu tersebut, baik di zaman penjajahan Belanda maupun pada zaman kemerdekaan sampai saat ini belum dapat dibuka. Ada keengganan orang Batak untuk membuka batu hobon itu terutama dari turunan Tuan Sariburaja. Hal itu terjadi adalah akibat satu amanah dari mulut ke mulut yang berbunyi :

Batu Hobon, paningka ni Sariburaja, Ditano Sibungbung Ruma, Holang holangni Limbong dohot Sagala. Naso jadi bungkaon ni angka pinomparna, So jolo marsungkun na maranggi-marhaha,

yang artinya bahwa Batu Hobon tidak boleh dibuka oleh turunan Tuan Sariburaja, sebelum diadakan musyawarah untuk memperoleh kata sepakat oleh sesama saudara.

Antara Tradisi dan Modernisasi

Menempuh perjalanan yang jauh dari bona pasogit, Itu membuat aku tanpak memanfaat kan waktu untuk semua kondisi di pelossok negri jawa ini. Melihat tentang arti perjalanan hidup dari berbagai sudut pandang. Antara budaya dan modernisasi membebani pikiranku saat ini. Menyikapi hal itu, termasuk menjadi orang yang membatasi sikap aku dalam perjalanan wisata ke Bali saat itu. Antara kebebasan untuk memilih hidup.

Ahu si boto lungun": kalimat itu terlintas dalam pikiranku.aku ke negeri ini, cukup tentang membesarkan wawasan aku tentang dunia. apa itu tentang kebebasan nyata yang mmbuat kita memilih hidup lebih baik. suapay suatu saat nant aq menjadi besar dan berpengaruh, aku tidak canggung dalam menyikapi setiap moment asing dalam hidupku.

Kenikmatan dunia malam dan night cafe, aku hanya tercengang dan teringat perkataan teman, nikmati sajalah, dan hirup udara sekitar. Dengan kesediaan bir bottle di genggaman tangan berjalan sepanjang pantai Kuta dan dengan pakaian yang seadanya. dan hal itu menentang pola pikir yang selama ini bersarang di otakku. Termasuk kesediaan kebutuhan apapun itu terkait jasmani ditukar dengan lembaran dolar.


Kota itu adalah kota dewa dan impian, semua orang dan tak satupun tak menikmati detik berlalu disana. ada upacara keagamaan ritual di pagi hari. Dengan kesucian tanah Lot termasuk ular suci dengan sejumlah bunga kamboja dan beras di dahi yang dipercaya membawa berkat yang berkelimpahan. berjalan di sepanjang kota wisata itu pun dijalan raya di penuhi sajian untuk roh penghulu yang ada di sana. Perjalanan Tanah Lot-Garuda wisnu Kencana(GWK)-Tanjung Benoa-Sanur Beach-Kuta Beach- Nusa dua membukakan aku keanekaragaman budaya di negeri Indonesia. Antara seni lukis, religi yang kuat dan design manufaktur pantai, semua nya membuat pemikiran yang lebih kompleks tentang budaya dan alam Indonesia yang menjanjikan untuk bidang wisata.

Termasuk modernisasi budaya yang utuh pengaruh campuran ide wisatawan luar dan domestik menjadi sebuah asupan budaya yang modern tanpa memperhatikan orisinalitas culture. Nampaknya semua orang menikmati kondisi tersebut sehingga hal itu nampak tidak menjadi problem dan tidak ada penanganan lebih lanjut.



javascript:void(0)