Welcome to http://jadimanhutapea.blogspot.com

Laman

Tampilkan postingan dengan label Balige. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Balige. Tampilkan semua postingan

Teknologi Robot Sigale - Gale Lestarikan Budaya !!!


Saat ini, manusia tidak dapat melepaskan diri dari kebutuhan akan teknologi. Namun, di saat yang sama, kebudayaan dan tradisi masa lalu harus terus terjaga sebagai sebuah identitas diri.

Melihat hal tersebut, mahasiswa Universitas Indonesia (UI) memadukan seni tradisional Tanah Air dalam kontes robot yang sarat inovasi di bidang teknologi. Mereka adalah Crisman Wise PS dan Deni K Sihombing yang menciptakan sebuah robot yang mampu menari tor-tor, seni budaya asal Sumatera Utara.Berbalut kain ulos, robot Si Gale-Gale mampu menari dengan dengan luwes sesuai dengan tempo lagu yang diputar. Bahkan, untuk mengaktivasinya cukup menepukkan tangan karena robot ini dilengkapi dengan sensor bunyi.

Robot ini terkesan tradisional, Mengenakan ulos yang merupakan kain tradisional khas suku Batak, Sumatra Utara, dan yang unik, Si Gale-gale bisa melakukan gerakan gerakan tarian Tor-tor mengikuti iringan musik yang diperdengarkan.

Kesempatan tersebut menjadi sebuah kebanggaan sekaligus kesempatan untuk memperkenalkan budaya dan tradisi batak toba dengan kekayaan seninya.

Dengan Menggunakan sensor bunyi yang dimilikinya, , Si Gale-gale bisa menggerakkan kedua tangannya meniru gerakan tari tor-tor. Si Gale-gale pun dilengkapi dengan 21 actuator sehingga gerakannya diklaim menjadi lebih gesit. Gerakan tarinya pun sesuai dengan tempo dan irama dari musik pengiringnya.

Si Gale-Gale masuk dalam kategori robot Indonesiana. Diharapkan, ke depannya akan muncul robot lain yang menjadi pelestari budaya Indonesia. Robot ini pun berhasil meraih Technical Award.

Selain Si Gale-gale, ada juga Inxscopoda, sebuah robot pelacak telecontrolled berbasis Android yang mampu menjelajah, mencari informasi tentang kondisi suhu, kelembaban dan visualisasi daerah berbahaya tanpa harus mempertaruhkan keselamatan tim penyelamat bencana.

Mual Peninggalan Raja Sisingamangaraja XII


Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII memiliki banyak peninggalan yang cukup bermanfaat dirasakan keberadaannya sampai saat ini, salahsatunya peninggalannya adalah mual / Sumur. Raja Sisingamangaraja XII sebagai salah seorang pejuang bangsa batak, meninggalkan banyak mual ataupun yang lebih dikenal dengan Sumur. Aek tersebut kadang disebut taor mual sipangolu atau kadang masyarakat menyebutnya “Mual Sipaulak Hosa” digunakan sebagai sumber air minum sebagai pelepas dahaga selama perjuangan melawan Belanda.

Dan Mual mual peninggalan Raja Sisingamangaraja XII masih banyak kita temukan di berbagai tempat, salah satunya di daerah Toba Samosir. Dan hingga saat ini Mual tersebut banyak dikunjungi orang orang yang menyakini akan khasiat dari air mual ini selain untuk mandi dan membawanya pulang sebagai air minum dan mungkin hingga obat. Memang harus diakui, air mual ini sangat sejuk dan juga sangat jernih. Karena faktanya jika datang dan memandikan airnya, setelah kita selesai mandi ,akan merasa segar dan sepertinya badan akan terasa ringan.

Mual peninggalan raja sisingamangaraja XII tersebar di beberapa lokasi di daerah kabupaten Toba Samosir seperti

· Mual di Kompleks Perkantoran Bupati Toba Samosir

· Mual di puncak Dolok Tolong daerah Tampahan Kecamatan Tampahan

· Mual di daerah Simare Kecamatan Habinsaran

· Mual di daerah Hutanamora Kecamatan Lumban Julu

· Mual Sipaulak Hosa di daerah Sibodiala Desa Pagarbatu Dolok Kecamatan Balige

· Mual Siguti Desa Lumban Gorat Balige Kecamatan Balige

· Taor Mual Sipangolu di daerah Sibarani Nasampulu Kecamatan Laguboti

Mual Lokasi Sibarani - Laguboti


Mual Lokasi Dolok Tolong - Balige
Mual Lokasi Kompleks Kantor Bupati Toba Samosir
Mual Lokasi Sibarani - Laguboti

Air Terjun Sampuran - Balige

Air terjun adalah formasi geologi dari arus air yang mengalir melalui suatu formasi bebatuan yang mengalami erosi dan jatuh ke bawah dari ketinggian. Sama halnya dengan Air Terjun Sampuran yang berada di kawasan Desa Hutanamora, Kecamatan Balige Kabupaten Toba Samosir.

Kondisi alam di sekitar air terjun yang sepertinya belum banyak terjamah manusia memberikan kenikmatan tersendiri bagi pengunjungnya. Hutan yang masih rimbun dan lebat menjaga ketersediaan sumber air terjun ini. Airnya yang sangat dingin dan segar dengan kualitas yang masih sangat bersih dan jauh dari pencemaran lingkungan sangat menyejukkan ketika dinikmati.

Daerah ini menjadi salah satu tujuan wisata alam yang bias kita kunjungi selama 2 jam perjalanan dari kota balige sampai menuju tempat wisata. Air terjun sampuran dapat ditempuh dengan berjalan kaki selama satu jam. Untuk para wisatawan pencinta alam, tantangan ini akan memberikan kepuasan tersendiri untuk menaklukkan medan menuju air terjun ini. Dengan menempuh sawah, batu batuan, rumput lalang ditengah hutan.

Air terjun Sampuran tampak dari kejauhan



Museum Batak Balige

Mengujungi Bona Pasogit, tentang hidup dan kehidupannya tidak lepas dari aktifitas kekayaan budaya batak sebagai landasan hidup moral yang berkelanjutan. Dengan segala kekayaan culture, aksesoris, tools dan perangkat pendukungnya. Demikian dengan segala kekayaan turunan seperti ulos, pakaian adat, gorga batak, patung sigale gale, losung, miniature sopo dan rumah batak dan keragaman peninggalan perangkat lainnya.

Kesemuanya tentang hal itu dijadikan sebagai koleksi artefak yang indah dan terklarifikasi tentang fungsi dan tujuan semua tools budaya batak. Dapat kita lihat dan temukan langsung di Museum Batak Nasional di Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara.

Lokasi Museum Batak yang terletak di Komplek TB Silalahi Center di Desa Soposurung Balige ini menyimpan dan mempamerkan enam suku peninggalan sejarah seperti Batak Toba, Batak Mandailing, Batak Pakpak, Batak Angkola, Batak Simalungun, dan Batak Karo.

Eksterior Museum Batak Balige



Gedung yang diresmikan 18 Januati 2011 itu, dikonsep tradisional dengan ukuran gorga batak dengan modernisasi interior futuristic untuk mengimbangi kesan kuno namun tampil megah dengan modern design.

Harapannya adalah dengan adanya Museum Batak tersebut memberi citra yang baik pagi pribadi secara personal tentang kekayaan akal budi dan seni sekaligus menjadi terobosan untuk kita melestarikan kekayaan budaya dan sejarah suku batak. Bukan hanya sekedar pajangan, namun mendapat pesan dari setiap peninggalan citra seni batak.


Makam Pahlawan Sisingamangaraja XII

Berkujung ke Tanah Batak, Balige Soposurung atau biasa disebut Bona Pasogit menjadi kebiasaan sebuah hal yang mengharukan jika sudah lama dari tanah rantau. Salah satunya mengujungi lokasi makam pahlawan sisingamangaraja ke XII di lokasi soposurung, Balige Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara.

Makam Pahlawan Nasional
Raja Sisingamangaraja XII Soposurung Balige

Raja Sisingamangaraja XII, bergelar Ompu Pulo Batu merupakan seorang penguasa daerah Tapanuli pada akhir abad ke-19. Dia wafat pada 17 Juni 1907 saat membela diri dari serangan pasukan Belanda. Pada kenyataan nya, beliau hanyalah raja di negerinya sendiri yaitu Bakkara, dan dikenal sebagai Raja Orang Batak. Makam ini dipindahkan dari Tarutung.

Lokasi ini berjarak sekitar dua kilometer dari balige, menemukan makam ini, dapat juga sekaligus melihat gedung perpustakaan di lokasi tersebut. Disana kita akan mengetahui lengkap tentang biografi beliau. Dengan sarana tersebut diharapkan kita lebih mengenal dengan tokoh pendahulu kita, terkait perjuang kemerdekaan Negara Republik Indonesia. Sekaligus berkunjung sebagai ungkapan rasa hormat atas perjuangan yang telah dilakukan Raja Singamangaraja XII mengadakan perlawanan terhadap kompeni Belanda di daerah Tapanuli.


Upacara Ritual Parmalim - Laguboti - Toba Samosir

Marari Sabtu,

yaitu pada setiap hari Sabtu atau Samisara seluruh umat Parmalim berkumpul di tempat yang sudah yang sudah ditentukan baik si Bale Partonggoan, Bale Pasogit di pusat maupun di rumah parsantian di cabang/daerah untuk melakukan sembah dan puji kepada Mulajadi Nabolon dan pada kesempatan itu para anggota diberi poda atau bimbingan agar lebih tekun berprilaku menghayati Ugamonya.

Martutuaek,

yaitu upacara yang dilakukan dirumah umat yang mendapat karunia kelahiran seorang anak, atau pemberian nama kepada anak. Anak yang baru lahir sebelum dibawa berpergian kemana mana harus lebih dahulu diperkenalkan dengan bumi terutama air untuk membersihkan dan ini dilaksanakan untuk membawa anak tersebut ke umbul mata air disertai bara api tempat membakar dupa. Kemudian baru dibawa ke dunia baru yaitu pasar dan diberi buah buahan manis perlambang hari kedepan yang makin manis. Setelah dirumah dilanjutkan lagi dengan upacara, bergantung kepada kemampuan keluarga tersebut. Pada saat pulang dari pasar tadi,siapa saja diinginkan oleh keluarga si anak meminta buah buahan bawaan si anak tadi sebagai perlambang bahwa si anak kelak akan bersifat maduma.

Mardebata,

Yaitu upacara yang sifatnya individual dimana seorang melaksanakan upacara sendiri tanpa melibatkan orang lain. Ritus ini sendiri mempunyai tujuan ganda yaitu meminta keampunan dosa atau menebus dosa dan syukuran. Seseorang yang merasa menyimpang dari aturan patik perlu menyelenggarakan pardebataon sebagai sarana untuk menebus dosanya. Bagi orang lain pardebataon itu mungkin pula untuk mewujudkan kaulnya. Jika upacaranya dibuat besar besaran misalnya untuk mewujudkan niatnya harus dengan menyajikan sesaji secukupnya dan boleh juga dihantar gendang sabangunan serta di atur oleh tata upacara resmi sesuai dengan tata upacara dari Ihutan atau dari Uluan.

Pasahat Tondi

Upacara kematian dibagi dalam dua tahap. Pertama adalah pengurusan jenazah menjelang pemakaman, kedua adalah pasahat tondi. Pemberangkatan jenazah dipimpin oleh Ihutan atau Ulupunguan dengan upacara doa “Borhat ma ho tu habangsa panjadianmu”

Setelah pemakaman,dilanjutkan dengan upacara pasahat tondi yaitu upacara mengantar roh dalam arti harfiah. Tuhan menciptakan manusia atas dua bagian yaitu badan dan roh (pamatang dohot tondi). Apabila badan mati, roh tidak ikut mati, Ia kembali kepada penciptanya, sesuai dengan pandangan Ketuhanan Parmalim, bahwa :”ngolu dohot hamatean huaso ni Debata”.

Mangan Napaet

Adalah upacara atau berpuasa untuk menebus dosa dilaksanakan selama 24 jam penuh pada setiap penghujung tahun kalender Batak yaitu pada ari hurung bulan hurung. Upacara ini bersifat umum dilaksanakan di setiap cabang. Perangkat dasar upacara ini selain pangurason dan pardupaon yang terpenting ialah mangan napaet, diramu dari beberapa jenis buah dan daun yang pahit seperti daun pepaya, buah ingkir,babal,cabe rawit, jeruk bali muda dan garam.

Mangan napaet merupakan pengabdian warga parmalim kepada Raja Nasiakbagi yang menderita untuk manusia. Selain itu merupakan simbol dari kehidupan yang pahit kepada kehidupan yang manis. Dan juga arti mangan napaet akan di akhiri dengan mangan natonggidan inilah permulaan hidup perilaku baru untuk dilaksanakan dalam kehidupan sehari hari. Setelah mangan napaet maka dilaksanakan pula upacara persembahan kambing putih kepada Mulajadi Nabolon.

Upacara Sipaha Sada

Adalah merupakan upacara yang paling hikmat dan mengandung nilai religius yang paling dalam, bagi umat Parmalim. Pelaksanaan upacara ini disambut gembira karena sehari sebelumnya Parmalim baru saja selesai mengadakan upacara mangan napaet yaitu suatu acara pembebasan manusia dari dosa. Upacara sipaha sada adalah penyambutan datangnya tahun baru Ugamo Malim atau acara pergantian tahun sekaligus dinamakan Tahun Baru Batak.

Hari pertama sipaha Sada disebut artia. Pada hari itu ugamo Parmalim berada pada suasana hening atau disebut robu. Ini merupakan hari perenungan akan perjalanan hidup diri sendiri atau katakan saja dengan dialog batin. Dan hari berikutnya dinamai Suma. Pada hari itu diperingati hari lahir Simarimbulubosi. Upacara dipusatkan di Bale Pasogit. Upacara ini melakukan sesajen juga kepada Mulajadi Nabolon termasuk ketiga wujud pancaran kuasa yaitu Batara guru, Debata Sori dan Debata Balabulan, seterusnya kepada Raja Nasiakbagi dihantarkan asap dupa, dengan bunyi gendang sabangunan.

Upacara Sipaha Lima

Yaitu upacara yang dilakukan pada bulan kalender Batak untuk menyampaikan pujipujian kepada Mulajadi Nabolon termasuk kepada wujud Pancaran Kuasanya Batara guru, Debata Sori dan Debata Balabulan, seterusnya kepada Raja Nasiakbagi, karena atas berkatnya semuanya memperoleh rahmat,sehat jasmani dan rohani. Upacara ini disebut upacara kurban, karena sesaji yang di persembahkan adalah kurban berupa kerbau atau lembu.

Sebenarnya upacara ini berpangkal dari persembahan hasil penuaian pertama kira kira dua liter atau patunoma dari panen kepada Mulajadi Nabolon. Upacara dilakukan besar besaran oleh semua umat parmalim yang datang dari segala penjuru tanah air dan ditampung di Bale Pangaminan. Sajian pertama kepada Mulajadi Nabolon diantar dengan asap dupa, dengan bunyi gendang sabangunan.

Upacara sipaha Lima diselenggarakan pada hari ke 12 – 13 dan 14 menjelang bulan purnama. Hari tersebut dinamakan Boraspati, singkora,dan Samisara berkisar antara bulan Juli – Agustus pada bulan Masehi. Upacara diadakan penuh khidmat tanda syukur kepada Mulajadi Nabolon agar diberi keselamatan dan kesejahteraan pada hari hari berikutnya.










Si Raja Batak - Tarombo Hutapea, Laguboti

Andor Halumpang ma
ninna Togu-Togu ni Lombu
Sai Saur matua ma hita,
Huhut Patogu togu Pahompu



Tarombo Si Raja Batak - Hutapea, Laguboti


Disalin sesuai dengan Aslinya:
Medan, 24 Juni 2004
by : Bonar M Hutapea

Profile Kecamatan Laguboti

Pusat Kecamatan Laguboti

Hutahaean,Aruan,Hutajulu,Sibarani,Sibuea,Hutapea,Pangaribuan semuanya ini adalah marga-marga keturunan dari Sipaettua.Marga-marga inilah yang pertama kali menduduki tanah Laguboti.Dan setelah beberapa masa, keturunan dari marga-marga lain datang ke Laguboti, dengan ceritanya masing-masing dan tujuan masing-masing juga.Maksudnya ada yang datang ke Laguboti hanya mencari sanak saudaranya yang pergi dari kampungnya, ga ketemu akhirnya menetap di Laguboti, ada juga karena kerjaannya seorang tabib/datu bolon, akhirnya menetap di Laguboti,,bermacam-macam ceritanya.

Marga-marga yang ada di Laguboti selain marga-marga Sipaettua,ada juga marga-marga yang sudah lama berdiam dan menetap di Laguboti seperti Pasaribu dan Lubis di Haunatas,Simatupang di Gasaribu, Sinurat,Situmorang,Sitinjak di Ujungtanduk, Naipospos, Hasibuan, Sitompul, LumbanTobing di Hutatinggi/hutahaean dan marga Haro Raja guk-guk di bariba aek Hutahaean.

Selamat Datang di Kecamatan Laguboti


Marga-marga yang diatas datang ke Laguboti sudah ratusan tahun yang lalu,bukan sekitar 50 taon yang lalu.Kira-kira sudah 10 generasi keturunan marga-marga tersebut tinggal di Laguboti,bisa di lihat dengan keturunan marga-marga diatas sudah berkembang banyak secara populasi.Jadi bukan hanya Keturunan Marga-marga dari Sipaettua saja yang menganggap Laguboti itu kampung halamannya, tapi juga dari keturunan marga-marga yang diatas tadi juga menggangap Laguboti itu adalah Kampung halamannya/Huta hatubuanku.

Profile Kecamatan Laguboti





Saatnya Peduli Bona Pasogit_Mau nunggu ampe kapan...????

Direncanakan akan diadakan Perayaan Natal Alumni SMA/SMK seKab:Bandung_Jawa Barat.
dengan maksud Menjalin Solidaritas Alumnus2 yang berasal dari Bona Pasogit,
yang tujuan akhirnya ialah mendirikan aliansi Peduli Bona Pasogit (kab.Toba Samosir)
Prioritas utamanya adalah Pengembangan dan Peningkatkan Pendidikan di Bona Pasogit
dengan harapan akan adanya kerjasama antara aliansi Peduli TobasA yg ada di Parjalangan/di Bona Pasogit dan Tentunya dengan pemKab TobaSa.

ex:
Penyuluhan oleh Mahsiswa/i Bandung ke sekolah2 di daerah setiap acara Mudik.
Penyambutan mahasiswa/i baru asal TobaSa yang datang ke Bandung.
_akan di pikirkan mana yang terbaik,sesuai saran dari mereka2 yang benar benar peduli.

NB:
adapun tujuan dari ini semua terlepas dari Politik dan jangan di Politisi maupun Lahan Bisnis atau sejenisnya.
ini adalah ide ide dari kami mahasiswa sendiri tidak di motori oleh orang di Balik Layar.
_kepanitiaaan belum di bentuk,kami menunggu persetujuan anda.

latar belakang/acuan ide ini:
1) jika ditarik grafik dari tahun 2008 s/d 2010,
jumlah pelajar asal TobaSa yang sukses menduduki perguruan tinggi negri semakin menurun,
terutama PTN favorit yang ada di Jawa,
sementara setiap tahun selalu ada perubahan pola Ujian dan juga peraturan,
_kami bermaksud mengadakan penyuluhan ke sekolah sekolah setidaknya setiap libur semester.

2) semakin meningkatnya pelajar yang putus sekolah akibat dari pergaulan bebas,
banyaknya siswa/i umur belasan tahun di daerah menikah akibat sex di luar nikah.
-kami bermaksud mengadakan kerjasama dengan pemkab seputar pengembngan PIK/KRR
(Kesehatan Reproduksi Remaja)

3)Seputar Kerohanian
di Tobasa Dulu diadakan Kebaktian Siswa Kristen(KSK)
(di adfakan di Pardede pasir,Tambunan,Sitolu ama,Laguboti)
dan belakangan ini telah merosot siswa/siswi yang menghadiri nya,
dan banyak sekertariat yang telah bergabung,mis dibalige tadinya ada 3 sekretariat yakni pelabuhan,
pardede onan,onan raja
katanya...(adik2 sma disana )pelabuhan itu telah gabung ke pardede onan.
dan untuk daerah yang lain kami belum tahu pasti bagaimana nasibnya.
ada apa ini kami tidak tahu pasti
yang jadi pertanyaan....
apakah nanti setelah kita di injak tidak bisa lagi gereja baru kite ingin mengenal Tuhan...??? haruskah setelah kita mahasiswa baru kita aktif pelayanan...??? atau itu KTB,PMK,PA dll.
sementara lebih dini dibekali oleh mentalitas yang baik,lebih besar hasilnya di kemudian hari....

=>untuk data yang lebih akurat anda dapat melihat koran2 yg lewat seputar pegunguman hasil snmptn,
dan tentunya menanyakan langsung kepada pelajar yang ada di Bona Pasogit bagaiman perkembangan Tobasa saat ini.

so....
Bagaimana pendapat teman teman ataupun Senioran dan juga Natua tua kami yang telah lebih dahulu mangaranto,
tolong berikan saran n komentar bagaimana baiknya,demi perkembangan Bona Pasogit sendiri.
_tolong di share ya...^_^

Laguboti, Sai tu ho do tong do lao rohangki

Neh kampung kelahiranku. Laguboti, kecamatan kenangan yang mencetus aku hingga di perantauan mentropolitan ini. Batak toba seperti yang bermarga Hutapea, Pangaribuan, Sibuea, Hutahaean, Hutajulu, Sibarani, Aruan dan smua keturunan Raja Sipaet Tua berasal dari Laguboti ini.
Terlihat memang kecamatan yang kecil, namun Laguboti sudah mencetak pribadi pribadi terkenal yang berpengaruh di Nusantara ini. Tak perlu sebut merek,Laguboti itu mencetak orang orang pemikir se'antero jagat raya. Selain itu, di Laguboti terdapat banyak daerah kunjungan Wisata lokal yang memang cukup melegakan dan tempat itu menjernihkan pikiran. seperti Wisata Lumban Binanga, Wisata Parhonansan, Huta tinggi, Aek Sirambe,Haunatas, dan lain sebagainya.
Disamping Laguboti support tentang Wisata Alam dan Budaya, Laguboti juga mendukung penuh bidang pendidikan. Itu sebabnya di sana terdapat Polteknik Informatika Del, Bibelvrow Laguboti, Akademi Farmasi, Sekolah menengah Kejuruan.
Dan bidang Religi, di Laguboti terdapat Bale Pasogit Parmalim, Parmalim bukan hal baru, karena leluhur pendahulunya dari awal dan akhir hidupnya selalu dalam perjuangan. Perjuangan dimulai sejak Raja Sisingamangaraja menyatakan “tolak” kolonialisme Belanda yang dinilai merusak tatanan kehidupan masyarakat adat dan budaya. Masuknya tatanan baru seiring dengan menyusupnya “kepercayaan baru” yang meninggalkan “Mulajadi Nabolon”.
Akhir kalimat, Semoga Laguboti terus berkembang dan lebih Maju. Horas.




Sebut saja Posko Taman Cinta, berada di salah satu desa yang ada di kecamatan Laguboti.


Batu Marpikkir, Percis di Persimpangan Laguboti

Tugu Raja Sibuea, Salah satu keturunan Raja Sipaet Tua, berada di desa Sibuea








Balige - Toba Samosir, ‘history value’ yang tinggi


Jika mengunjungi kota itu membuat saya mengingat kembali sejuta kenangan tak terlupakan di tempat itu. Berbagai kenangan terukir seiring dengan berjalannya waktu. Tentang cerita sma, dan cerita tentang mencari cinta, termasuk ‘martandang’ kesana kemari. Kota itu menjadi tempat kedewasaanku, sehingga membuat aku menyebutkan kota pengukir sejuta kenangan ‘history value yang tinggi.

Disana juga terdapat banyak daerah tujuan wisata, karena Kota Balige berdampingan langsung dengan indahnya Danau Toba,. Oleh masyarakat dan pemerintah, menjadi kan tempat itu sebagai daerah tujuan wisata lokal. Balige dengan tepi danau toba yang terkenal adalah tepi danau lumban silingtong. Dimana disana terdapat bukit cinta panatapan langsung ke Danau Toba.

Sekaligus ditempat itu, jangan pernah melewatkan tujuan perjalanan menuju Makam raja Sisingamangaraja XII, juga TB silalahi center, dimana disana kita dapat melihat museum sejarah perjalanan bapak TB silalahi, dan berbagai art of batak culture seperti rumah batak, sopo, huta batak, patung si gale gale,kolam renang pagar batu, cafe dan aksesories budaya batak.



Kompleks pendidikan Soposurung - Balige



Bundaran Pusat kota Balige



Gereja HKBP Balige




TB Silalahi Center - Balige



Makam Pahlawan Nasional
Raja Sisingamangaraja XII
Soposurung - Balige


Danau Toba, Primadona Toba Samosir

Kabupaten Toba Samosir yang menjadi kabupaten asal suku Batak Toba tidak terlepas dari keberadaan danau toba yang mendampingi kota tersebut. Keberadaan Danau Toba di daerah itu membuat kota itu menjadi indah, fresh dan mengagumkan. Dimana terdapat tempat tempat lain panatapan yang indah seperti Tarabunga, Lumban Silintong, Dolok Tolong, Huta Ginjang yang mana semua tempat tersebut mengedepankan keberadaan Danau Toba. Tak hanya itu, saya juga merasakan dampak positif danau toba yang membuat saya bangga di lahirkan dan di besarkan di kota itu.

Hal lain yang berpengaruh, yaitu peningkatan taraf ekonomi masyarakat sekitar, yang berpikir bijak dan memiliki paradigma untuk terus meningkatkan daya tarik wisatawan domestik maupun wisatawan luar. Mengingat bahwa danau toba adalah salah satu aset masyarakat untuk meningkatkan taraf hidupnya masing masing.

Dalam hal ini, Pemerintah Toba Samosir sangat berperan penting untuk memegang kendali pariwisata dan budaya. Seperti halnya dalam melakukan peningkatan publikasi tentang paket tour wisata. Pemerintah bersama masyarakat terus melakukan kerjasama untuk peningkatan fasilitas wisata seperti tour agent , paket wisata, hotel dan penginapan, sarana transportasi.

Namun pada intinya memperhatikan, tetap pada culture suku batak yang utuh, tanpa modernisasi adat dan budaya.



Panatapan dari Dolok Tolong



Panatapan dari Huta Lumban Silintong - Balige


Pelabuhan Balige


Panatapan dari Kecamatan Gurgur



Panatapan di Tara Bunga - Balige Toba Samosir



Panatapan di Tara Bunga - Balige






Sebut saja Batu Cinta Panatapan - Lumban Silintong - Balige

kapan terbangun dari mimpi..?

perjalanan Tb silalahi center, saat aku memanggil, dan melupakan saran. aku tergegas untuk tidak mengulangi kesalahan itu.

kulakukan ini..kulakukan itu..kerinduan ini semakin dalam untuk meraihmu. sejuknya angin diantara panorama kota itu. yah...kita dari ketinggian bersama menghadapi kenangan bersama. tatapan yang membasuh luka, ketenangan jiwa ....sungguh suci pikiranku bersamu impianku..Dengan semua itu aku lalui hari untukmu..
masih kah kamu mengingat, ada orang menertawakan kita. aku berkata, dunia ini milik kita bersama saat ini.

bila larut tiba, maka semuanya jadi sepi.
gemuruh bukit nya damai, deruan angin yang sepoi...ini lah dunia ku...kiranya aku tidak terbangun dari semua mimpi itu. kaadang kamu memakaikannya, aku melihatnya..dan itu cukup sempurna waktu itu. aku tak tau semuanya itu dimana, kapan kembali.

aku mencari cahaya, celah dedaunan yang berkabut, aku terpana , dan larut dalam nyanyian burung burung. sirna bersama keheningan alam raya. aku tidak melihatmu kebelakang, aku membiarkanmu, aku tengada dalam simpanan yang membuat ku terbang.,..

dan yang ada hanya bayang bayang.. baiklah kalau harus begini akhir cerita kita..tak mungkin kubuat dalam keinginan sepihak saja. tapi aku senang memikirkannya, sehari menjadi seabad terkenang..
dari san ia mendapat bahwa dunia itu tak seharusnya luas, cukup satu tempat yang bisa saling berkomunikasi dengan dekat..Tarabunga...itu yang dikenal dengan sebutan tempat itu.


how to be a real and succesful student..masih kah ada memori itu di benak mu..pukulan yang membukakan hati..terlalu susah untuk tidak meresahkannya..

berpakaikan putih dalam lapisan hitam, aku terbius dalam jiwa, iblis manakah yang merasuk,?? aku untuk memilih cara ini.. Bandung...mickey mouse,, aku mencari mu..ternyata kamu sembunyi..aku memanggilmu, namun kamu dengan dekat datang menghadap tnpa mengenal risau.

aku mulai sadar....akan ku tunggu sampai saatnya giliranku..aku tau semua ini hanya mimpi dan imajinasi
dan saat ketika aku bangun dari mimpi imajinasi ini, ..kamu boleh pergi tinggalkan kenangan.


taukah kamu.. kemanapun aku pergi, bayang bayangmu mengejar...bersembunyi dimana pun,,selalu kamu temukan.. ku tanya pada siapa?? tak ada yang menjawab...

dan aku mencari jawabannya sendiri
aku melihat malam, merasakan sejuknya hari, dan ku arahkan langkah kaki...aku belum menemukan apa apa.dimana jawabannya... aku pergi melihat bencana: jembatan itu penuh sampah, naik sepeda dan berharap jawaban itu.. dan aku terkapar dalam luka, jiwa menjerit dan ingin pulang..aku harus pulang.
javascript:void(0)