Welcome to http://jadimanhutapea.blogspot.com

Laman

Kepercayaan Kepada Sahala - Batak

Pengertian Sahala
Sahala mempunyai arti yang sangat luas. Apabila diartikan kedalam bahasa yang hamper tidak ada padanan kata yang cocok dengannya. Meskipun kamus bahasa Batak _ Indonesia mengartikan sahala sebagai kharisma dan wibawa, namun belumlah tepat dengan makna yang sesungguhnya. Vergouewen memaknakan Sahala sebagai daya khusus dari tondi (jiwa). Menurut kepercayaan agama Malim, sahala adalah roh suci yang bersumber dari Debata mulajadi Nabolon yang diturunkan melalui Balabulan kepada seseorang manusia yang terpilih.
Wujud sahala adalah gaib, halus dan tidak dapat ditangkap oleh panca indera manusia dan tidak pula diketahui kapan masuk dan hinggap pada diri manusia. Orang yang disebut marsahala dapat terlihat pada kehidupannya sehari hari, dan akan terjadi perubahan pada dirinya terutama dari segi sikap dan perilaku. Ciri lain orang yang marsahala adalah kemampuan pada dirinya untuk memberikan pengobatan pertolongan kepada orang lain. Sahala yang datang itu disebut sahala pangubati. Selain itu ada juga yang disebut sahala pangajari(pengajar), sahala panuturi (penutur) dan sahala panghongkop (jiwa pejuang).
Disisi lain orang yang sudah meninggal dunia boleh jadi akan meningkat menjadi sahala apabila selama hidupnya tergolong orang yang baik dan suci. Roh nya itu bias dipanggil melalui upacara agama disebut mardebata ( menyembah Debata). Kegiatan itu dilakukan dengan memohon kepada pargonsi (juru gendang) untuk membunyikan gendang khusus kepada sahala amang  atau sahala ompu. Sebaliknya orang yang meninggal bergumulan penuh dosa, maka dia setelah mati bukan menjadi sahala melaikan begu.

Sahala Marsangap dan Sahala Martua
Merupakan sebuah nama panggilan terhadap para malim Debata. Yang diutus membawa agama di Tanah Batak. Mereka itu ialah Raja Uti, Simarimbulubosi, Raja na Opatpuluh opat, Raja Sisingamangaraja dan Raja Nasiak Bagi. Panggilan ini muncul kepada mereka karena jasmani (hadirion) mereka tidak tampak lagi dipermukaan bumi ini.
Makna “Sahala Marsangap” secara harfiah adalah tondi yang sangat mulia dan terhormat, sedangkan makna “sahala martua” adalah roh yang  sangat bertuah, bermarwah dan bahagia.

(Sumber : Agama Malim di Tanah Batak : Ibrahim Gultom)

1 komentar:

  1. maaf, kalo boleh minta tolong.
    bagaimana pemahaman ugamo parmalim tentang roh orang mati dan tingkatannya!

    BalasHapus

javascript:void(0)