Welcome to http://jadimanhutapea.blogspot.com

Laman

Mual Peninggalan Raja Sisingamangaraja XII


Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII memiliki banyak peninggalan yang cukup bermanfaat dirasakan keberadaannya sampai saat ini, salahsatunya peninggalannya adalah mual / Sumur. Raja Sisingamangaraja XII sebagai salah seorang pejuang bangsa batak, meninggalkan banyak mual ataupun yang lebih dikenal dengan Sumur. Aek tersebut kadang disebut taor mual sipangolu atau kadang masyarakat menyebutnya “Mual Sipaulak Hosa” digunakan sebagai sumber air minum sebagai pelepas dahaga selama perjuangan melawan Belanda.

Dan Mual mual peninggalan Raja Sisingamangaraja XII masih banyak kita temukan di berbagai tempat, salah satunya di daerah Toba Samosir. Dan hingga saat ini Mual tersebut banyak dikunjungi orang orang yang menyakini akan khasiat dari air mual ini selain untuk mandi dan membawanya pulang sebagai air minum dan mungkin hingga obat. Memang harus diakui, air mual ini sangat sejuk dan juga sangat jernih. Karena faktanya jika datang dan memandikan airnya, setelah kita selesai mandi ,akan merasa segar dan sepertinya badan akan terasa ringan.

Mual peninggalan raja sisingamangaraja XII tersebar di beberapa lokasi di daerah kabupaten Toba Samosir seperti

· Mual di Kompleks Perkantoran Bupati Toba Samosir

· Mual di puncak Dolok Tolong daerah Tampahan Kecamatan Tampahan

· Mual di daerah Simare Kecamatan Habinsaran

· Mual di daerah Hutanamora Kecamatan Lumban Julu

· Mual Sipaulak Hosa di daerah Sibodiala Desa Pagarbatu Dolok Kecamatan Balige

· Mual Siguti Desa Lumban Gorat Balige Kecamatan Balige

· Taor Mual Sipangolu di daerah Sibarani Nasampulu Kecamatan Laguboti

Mual Lokasi Sibarani - Laguboti


Mual Lokasi Dolok Tolong - Balige
Mual Lokasi Kompleks Kantor Bupati Toba Samosir
Mual Lokasi Sibarani - Laguboti

Tao Lumban Binanga - Laguboti

Panorama alam sekitar pesisir Danau Toba, tepatnya di Desa Lumban Binanga Laguboti , Toba Samosir, Sumatera Utara. Tempat yang menjadi salah satu tujuan kunjungan wisata di daerah kecamatan laguboti itu, sudah mulai banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal. Hal itu terlihat dengan ramainya pengunjung pada saat minggu sore di lokasi tersebut. Disana juga sudah terdapat fasilitas penginapan / hotel maupun café untuk melengkapkan kunjungan wisata kita.

Selain kawasan pesisir danau yang langsung bergandengan dengan pasir yang kelihatan putih, tampaknya mendukung situasi untuk tidak melepaskan kesempatan untuk berenang di tempat tersebut. Harapannya semoga daerah pesisir danau toba di Lumban Binanga tetap mendapat perhatian penuh dari pihak masyarakat setempat maupun pemerintah untuk tetap lestari.


Panorama Alam Tao Lumban Binanga

Air Terjun Sampuran - Balige

Air terjun adalah formasi geologi dari arus air yang mengalir melalui suatu formasi bebatuan yang mengalami erosi dan jatuh ke bawah dari ketinggian. Sama halnya dengan Air Terjun Sampuran yang berada di kawasan Desa Hutanamora, Kecamatan Balige Kabupaten Toba Samosir.

Kondisi alam di sekitar air terjun yang sepertinya belum banyak terjamah manusia memberikan kenikmatan tersendiri bagi pengunjungnya. Hutan yang masih rimbun dan lebat menjaga ketersediaan sumber air terjun ini. Airnya yang sangat dingin dan segar dengan kualitas yang masih sangat bersih dan jauh dari pencemaran lingkungan sangat menyejukkan ketika dinikmati.

Daerah ini menjadi salah satu tujuan wisata alam yang bias kita kunjungi selama 2 jam perjalanan dari kota balige sampai menuju tempat wisata. Air terjun sampuran dapat ditempuh dengan berjalan kaki selama satu jam. Untuk para wisatawan pencinta alam, tantangan ini akan memberikan kepuasan tersendiri untuk menaklukkan medan menuju air terjun ini. Dengan menempuh sawah, batu batuan, rumput lalang ditengah hutan.

Air terjun Sampuran tampak dari kejauhan



Wisata Sejarah – Pusuk Buhit – Menara Pandang Tele

Pusuk Buhit itu menjadi nyata dan tidak hanya sekedar referensi wisata web lagi. Mengujungi Lokasi Wisata Sejarah seperti Perkampungan si Raja Batak, Batu Hobon, Batu Cawan, Aek Sipitudai dan lokasi bersejarah lainnya di kecamatan Sianjur mula mula, Samosir serta merasakan sejenak indah panorarama alam sekitar. Menaiki puncak Pusuk Buhit berkeliling lingkar jalan tersebut sambil menikmati pemandangan ke kawasan hijau lembah, bukit, dan arah Danau Toba.

Sekilas tentang rute perjalanan menuju tempat yang masih di anggap keramat dan misteri bagi pengunjung wisata ini dapat ditempuh dengan 5 jam perjalanan dari kota Balige. Sesampai di Balige kita memasuki wilayah Siborong-borong dan kita ambil jalur menuju Dolok Sanggul, kira kira dua jam dari dolok sanggul kita menuju arah ke Sidikkalang ( Dairi ) dan ditengah perjalanan, tepatnya di kota Tele kita masuk wilayah Pangururan. Di sepanjang jalan menuju pangururan kita akan melihat Menara Pandang Tele.



Dari Menara Pandang Tele, sebagai pengunjung pertama kita akan tertegun dan heran dengan panorama wisata alam yang sangat indah. Di tempat ini kita akan juga menyaksikan panorama Huta Ginjang, gagahnya Danau Toba, perkampungan Sagala Disana kita akan melihat panorama yang indah terkait kawasan sekitarnya baik kawasan Pusuk Buhit, lembah, maupun panorama Danau Toba.

Celah di bagian lingkar Timur Pusuk Buhit juga ada air hangat yang mengandung belerang jika angin pegunungan Bukit Barisan ternyata membuat badan semakin dingin menjelang malam. Melihat bukit pusuk buhit yang berdampingan langsung dengan danau toba, kondisi indah itu menyibukkan kita untuk dapat meng’’capture’’ setiap view yang kita lewati dengan camera.


Museum Batak Balige

Mengujungi Bona Pasogit, tentang hidup dan kehidupannya tidak lepas dari aktifitas kekayaan budaya batak sebagai landasan hidup moral yang berkelanjutan. Dengan segala kekayaan culture, aksesoris, tools dan perangkat pendukungnya. Demikian dengan segala kekayaan turunan seperti ulos, pakaian adat, gorga batak, patung sigale gale, losung, miniature sopo dan rumah batak dan keragaman peninggalan perangkat lainnya.

Kesemuanya tentang hal itu dijadikan sebagai koleksi artefak yang indah dan terklarifikasi tentang fungsi dan tujuan semua tools budaya batak. Dapat kita lihat dan temukan langsung di Museum Batak Nasional di Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara.

Lokasi Museum Batak yang terletak di Komplek TB Silalahi Center di Desa Soposurung Balige ini menyimpan dan mempamerkan enam suku peninggalan sejarah seperti Batak Toba, Batak Mandailing, Batak Pakpak, Batak Angkola, Batak Simalungun, dan Batak Karo.

Eksterior Museum Batak Balige



Gedung yang diresmikan 18 Januati 2011 itu, dikonsep tradisional dengan ukuran gorga batak dengan modernisasi interior futuristic untuk mengimbangi kesan kuno namun tampil megah dengan modern design.

Harapannya adalah dengan adanya Museum Batak tersebut memberi citra yang baik pagi pribadi secara personal tentang kekayaan akal budi dan seni sekaligus menjadi terobosan untuk kita melestarikan kekayaan budaya dan sejarah suku batak. Bukan hanya sekedar pajangan, namun mendapat pesan dari setiap peninggalan citra seni batak.


Makam Pahlawan Sisingamangaraja XII

Berkujung ke Tanah Batak, Balige Soposurung atau biasa disebut Bona Pasogit menjadi kebiasaan sebuah hal yang mengharukan jika sudah lama dari tanah rantau. Salah satunya mengujungi lokasi makam pahlawan sisingamangaraja ke XII di lokasi soposurung, Balige Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara.

Makam Pahlawan Nasional
Raja Sisingamangaraja XII Soposurung Balige

Raja Sisingamangaraja XII, bergelar Ompu Pulo Batu merupakan seorang penguasa daerah Tapanuli pada akhir abad ke-19. Dia wafat pada 17 Juni 1907 saat membela diri dari serangan pasukan Belanda. Pada kenyataan nya, beliau hanyalah raja di negerinya sendiri yaitu Bakkara, dan dikenal sebagai Raja Orang Batak. Makam ini dipindahkan dari Tarutung.

Lokasi ini berjarak sekitar dua kilometer dari balige, menemukan makam ini, dapat juga sekaligus melihat gedung perpustakaan di lokasi tersebut. Disana kita akan mengetahui lengkap tentang biografi beliau. Dengan sarana tersebut diharapkan kita lebih mengenal dengan tokoh pendahulu kita, terkait perjuang kemerdekaan Negara Republik Indonesia. Sekaligus berkunjung sebagai ungkapan rasa hormat atas perjuangan yang telah dilakukan Raja Singamangaraja XII mengadakan perlawanan terhadap kompeni Belanda di daerah Tapanuli.


javascript:void(0)